Selasa, 16 November 2010
Tugas Dasar Pemasaran 5 contoh merk yang susah dan mudah
Cointreau (dibaca: Kwan'-tro) adalah sebuah merek dari minuman beralkohol yang memiliki kadar 40%
Prosecco adalah jenis anggur putih yang tumbuh di Veneto, Italia.
Ini adalah merek gitar atau senar gitar yang bernama Fender, sekilas merek ini seperti di baca 7ender atau Jender bagi orang awam.
SSangyong adalah merek kendaraan yang berasal dari korea, memilki arti naga kembar
Porsche merupakan salah satu merek mobil yang berasal dari jerman
Itulah 5 nama produk yang sulit diucapkan dan diingat cara membacanya
Sejati adalah merk rokok lokal yang disukai oleh para pria sejati
Adidas adalah merupakan merk alat-alat olahraga dan aksesoris sport untuk segala jenis
Aqua merk air minum lokal yang bahkan namanya digunakan sebagai ikon saat membeli minum, maksudnya adalah seperti saat ke warung dan ingin membeli air mineral biasanya kita akan bertanya "aquanya ada pak" padahal yang kita beli belum tentu aqua
Fanta salah satu produk dari the coca cola company, merupakan sebuah minuman yg ditujukan untuk anak2
Granita salah satu produk lokal unuk minuman berupa kopi gelas yang dijual dengan harga terjangkau
itulah 5 produk dengan nama yang mudah diucapkan dan mudah diingat.
Kemasan dari produk ini menurut kelompok kami sudah baik karena di dalam produk ini di kemas secara ganda, dari luar produk ini di bungkus dengan kardus kotak dan di dalam di kemas kembali dengan pelastik higies.
Dan merut kami warna dari produk ini sangat menarik dengan berbagai macam warna.
Bentuk kemasan lebih sederhana dan harga pembuatannya lebih murah di bandingkan dengan isinya.
Kurang ramah lingkungan karena lapisan dari produk ini kardus yang bahan dasarnya terbuat dari serat kayu.
Cukup ekonomis karena terbuat dari bahan karet yang di olah kembali.
Dalam kemasan ini terdapat informasi kadar luarsa.
KELOMPOK
Rully Andre
Rizky Maulana Putra
Yudha Aulia
Tugas T1C Kelebihan dan Kekurangan
Windows 7 merupakan anak turunannya dari Windows Vista. Dimana tidak terlalu mencolok perubahannya. Sedangkan kalo perubahan dari Windows 2000 ke XP, maupun XP ke Windows Vista, terjadi perubahan total.
Dan yang menjadi pertanyaan disini, apa sih keunggulan dan kelemahan windows 7 yang merupakan produk sistem operasi dari microsoft itu dari versi-versi windows sebelumnya??
Kelebihan :
1. proses boot/shut down lebih cepat
2. konsumsi daya CPU, hard disk (HD) dan memori yang dibutuhkan system service lebih sedikit
3. Mengoptimisasi prefetching baik untuk HD maupun SSD
4. Tampilan Lebih bagus dari segi 3 demensinya yang menonjol
5. Fitur sekurity yang benar-benar ketat.
Kelemahan / Kekurangan :
1. Beberapa aplikasi belum bisa beroperasi di Windows 7
2. Bug pada Windows Player 12
3. Ada hardware yang bisa langsung dikenali di Vista, tapi tidak di Windows 7
4. Susah memaksa software yang sebelumnya bisa dipaksakan diinstall di Vista, juga dipasang di Windows 7
Dan yang menjadi pertanyaan disini, apa sih keunggulan dan kelemahan windows 7 yang merupakan produk sistem operasi dari microsoft itu dari versi-versi windows sebelumnya??
Kelebihan :
1. proses boot/shut down lebih cepat
2. konsumsi daya CPU, hard disk (HD) dan memori yang dibutuhkan system service lebih sedikit
3. Mengoptimisasi prefetching baik untuk HD maupun SSD
4. Tampilan Lebih bagus dari segi 3 demensinya yang menonjol
5. Fitur sekurity yang benar-benar ketat.
Kelemahan / Kekurangan :
1. Beberapa aplikasi belum bisa beroperasi di Windows 7
2. Bug pada Windows Player 12
3. Ada hardware yang bisa langsung dikenali di Vista, tapi tidak di Windows 7
4. Susah memaksa software yang sebelumnya bisa dipaksakan diinstall di Vista, juga dipasang di Windows 7
Kelebihan Windows Vista 64 bit :
- Kedalaman warna lebih tinggi, menyebabkan GUI ( Graphic User Interface ) lebih indah.
- Bisa membaca RAM sampai 16 GB ( tergantung mobonya ), beda sama XP 32 bit yg cuma mampu baca RAM maximal 3,3GB,, walopun kamu pasang lebih dari itu.
sehingga lebih dipilih untuk proses 3d rendering ( desain ) yg notabene membutuhkan banyak RAM untuk meningkatkan kcepatan render - Mendukung dirrectX 10, membuat gerakan dan grafis game menjadi lebih halus dan sdikit lbh realistis walaupun dengan vga yg sama ( VGA yg udah support dirrectX10 tentunya )
Kelebihan Windows Vista bila dibandingkan dengan Windows XP
1. Lebih keren, menarik dan memukau dalam penampilan serta grafis lebih keren
2. Pengalaman baru menjelajah PC dengan model 3D yang canggih berkat AERO
3. Lebih aman, mudah dalam akses
4. Video dapat menjadi wallpaper
5. Lebih cepat dalam menjalankan program ( bila menggunakan memori besar karena system di vista dimutakhirkan dengan algoritma efisien dalam menjalankan aplikasi)
6. Mendukung partisi harddisk secara virtualisasi
7. Banyak feature baru yang tidak ada di XP
8. Perbaikan dan penambahan feature yang lebih canggih seperti Clear, Confident and Connected
9. Built-in Support Option yang memberika keleluasaan lebih kepada user
10. Mode pencarian file yang lebih mudah / live search
11. Security lebih baik
Kekurangan-kekurangan Windows Vista
Kekurangan Windows Vista secara umum adalah :
1. Membutuhkan virtual memori yang besar, biasanya dapat digunakan pada Komputer dengan spec yang cukup tinggi bila spec Komputer minim akan terasa berat
2. Ada beberapa aplikasi yang belum support di Vista (gak Compitible)
3. Biasanya digunakan pada PC dengan spec yang cukup tinggi
Kekurangan Windows Vista 64 bit :
- Makan virtual memory cukup besar, sehingga lebih membebani komputer.
- Karena butuh virtual memory cukup besar, maka butuh ram lebih banyak pula.
contoh : game² jman skarang, pasti kbnyakan minimum specnya:
1GB of RAM for XP, 1.5GB for Vista - Banyak / beberapa driver ga compatible, driver XP 32 bit gag bakal bisa jalan di driver vista 64 bit, shingga kmu perlu menginstall ulang driver,, ato malahan perlu download lagi yg versi 64bit.
- Beberapa aplikasi grafis 32 bit / yg cuma pake dirrectX 9 ke bawah juga ada yg ga compatible jalan di vista, kcuali udah disertakan .exe 64 bit didalamnya.
- Belum dibarengi dengan diluncurkannya software yang secara eksklusif mendukung dan bersinergi dengan feature-feature vista
Keunggulan Windows XP
· Microsoft Windows XP memiliki stabilitas yang tinggi terhadap sistem yang dimilikinya.
· Aplikasi yang dijalankan pada system Windows XP dapat dijalankan oleh komputer lain melalui internet.
· Dengan menggunakan Remote Assistence kita dapat memonitor kerusakan komputer yang terjadi pada komputer lain dari jarak jauh melalui internet.
· Memiliki sistem keamanan yang dapat digunakan untuk melindungi folder-folder khusus agar dapat digunakan oleh pemiliknya sendiri.
· Windows XP dapat digunakan untuk berbagi aplikasi secara real time ke seluruh dunia.
Kekurangan Windows Xp
· Pihak Microsoft sangat membatasi kenyamanan pemakaian terhadap sistem operasi Windows XP ini dimana setiap pengguna harus melakukan aktivasi pihak Microsoft pada periode-periode tertentu.
· Tidak adanya Java Virtual Machine seperti generasi-generasi Windows sebelumnya.
· Microsoft Windows XP memiliki stabilitas yang tinggi terhadap sistem yang dimilikinya.
· Aplikasi yang dijalankan pada system Windows XP dapat dijalankan oleh komputer lain melalui internet.
· Dengan menggunakan Remote Assistence kita dapat memonitor kerusakan komputer yang terjadi pada komputer lain dari jarak jauh melalui internet.
· Memiliki sistem keamanan yang dapat digunakan untuk melindungi folder-folder khusus agar dapat digunakan oleh pemiliknya sendiri.
· Windows XP dapat digunakan untuk berbagi aplikasi secara real time ke seluruh dunia.
Kekurangan Windows Xp
· Pihak Microsoft sangat membatasi kenyamanan pemakaian terhadap sistem operasi Windows XP ini dimana setiap pengguna harus melakukan aktivasi pihak Microsoft pada periode-periode tertentu.
· Tidak adanya Java Virtual Machine seperti generasi-generasi Windows sebelumnya.
tentu saja fasilitas server yang disediakan Windows 2000/2003 tersebut tersedia juga pada Operating System (OS) jenis lain seperti Mac OS, Linux, Unix, dll. Itu sih seneng2an aja, mana yang biasa dipake itu yang diambil ...
Kelebihannya:
1. karena kita biasa pake windows jadi menganggap Windows 2000 lebih User friendly
2. software2 pendukung buat windows lebih mudah didapatkan baik yang bajakan maupun yang asli/freeware
Kekurangannya;
1. Windows tidak terlalu tahan terhadap virus, jadi siap2 saja buat memformat windows anda sekitar 6 bulan sekali lah buat maintenance
2. Cepet crash kalo listriknya mati idup tuh ... terpaksa format lagi
3. mahal dong ... dibanding yang opensource
Kelebihannya:
1. karena kita biasa pake windows jadi menganggap Windows 2000 lebih User friendly
2. software2 pendukung buat windows lebih mudah didapatkan baik yang bajakan maupun yang asli/freeware
Kekurangannya;
1. Windows tidak terlalu tahan terhadap virus, jadi siap2 saja buat memformat windows anda sekitar 6 bulan sekali lah buat maintenance
2. Cepet crash kalo listriknya mati idup tuh ... terpaksa format lagi
3. mahal dong ... dibanding yang opensource
tentu saja fasilitas server yang disediakan Windows 2000/2003 tersebut tersedia juga pada Operating System (OS) jenis lain seperti Mac OS, Linux, Unix, dll. Itu sih seneng2an aja, mana yang biasa dipake itu yang diambil ...
Kelebihannya:
1. karena kita biasa pake windows jadi menganggap Windows 2000 lebih User friendly
2. software2 pendukung buat windows lebih mudah didapatkan baik yang bajakan maupun yang asli/freeware
Kekurangannya;
1. Windows tidak terlalu tahan terhadap virus, jadi siap2 saja buat memformat windows anda sekitar 6 bulan sekali lah buat maintenance
2. Cepet crash kalo listriknya mati idup tuh ... terpaksa format lagi
3. mahal dong ... dibanding yang opensource
Kelebihannya:
1. karena kita biasa pake windows jadi menganggap Windows 2000 lebih User friendly
2. software2 pendukung buat windows lebih mudah didapatkan baik yang bajakan maupun yang asli/freeware
Kekurangannya;
1. Windows tidak terlalu tahan terhadap virus, jadi siap2 saja buat memformat windows anda sekitar 6 bulan sekali lah buat maintenance
2. Cepet crash kalo listriknya mati idup tuh ... terpaksa format lagi
3. mahal dong ... dibanding yang opensource
Di ambil dari google
Kamis, 11 November 2010
Desain Produk Baru
Helm botol, disingkat helbot boleh juga lemtol, fungsinya adalah sebagai pelindung kepala untuk berkendara sepeda motor, ditambah dengan botol yang terdapat disampingnya menjadikan helm ini bisa menampung air minum disaat kita berkendara
kelebihan: tidak perlu turun dari kendaraan saat kita haus karena di dalam botol tersebut berisi air minum kita
kekurangan: rentan terhadap gangguan tangan2 jahil manusia, seperti di taruh racun dan lain-lainnya
tugas kelompok:
Rully Andre
Rizky Maulana
Yudha Aulia
Image created by:
Agung Nugroho 1eb22
Selasa, 09 November 2010
Tugas kelompok dasar pemasaran : mencari toko unik
Tukang gado-gado di wilayah jatiwaringin dekat dengan rumah seorang anggota kelompok yaitu Rully Andre, dimana tukang gado-gado tersbut hanya berjualan dengan waktu yang relatif singkat yaitu buka pada pukul 11.00 WIB dan tutup atau habis pada pukul 14.00 WIB, dari tukang gado-gado ini ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang dapat kita analisis.
Kelebihan:
1. Letaknya yang strategis yaitu mudah dikunjungi oleh para konsumen
2. Tak ada pesaing yang membuka warung serupa di sekitarnya.
3. Harga yang terjangkau membuat semua kalangan masyarakat bisa menikmatinya.
4. Dikarenakan harganya yang murah tadi dan diimbangi dengan rasa yang enak membuat konsumen merasa puas
5. Banyaknya aktifitas yang terjadi disekitarnya membuat dagangannya cepat dibeli orang
Kekurangan:
1. Waktu buka yang terlalu singkat sehingga banyak pula calon konsumen yang kecewa
2. Waktu buka yang singkat berkaitan dengan bahan dagangan yang hanya disediakan sedikit
3. Dikarenakan aktifitas perdagangannya yang hanya menetap dirumahnya si pedagang hanya dapat mengandalkan orang-orang sekitar dalam proses perdagangannya
4. Gado-gado adalah dagangan yang memang harus cepat habis sehingga saat hari hujan dan makanan yang cenderung dingin seperti gado-gado menjadi kurang laku dan si pedagang biasanya memilih untuk tutup seharian penuh
5. Kurangnya media pemasaran untuk wilayah diluar jatiwaringin sehingga penjualan dan pemasarannya hanya terbatas di wilayah jatiwaringin
Berikut adalah foto dari warung gado-gado tersebut
Tugas kelompok :
1. Rully Andre
2. Rizky .M.
Yudha Aulia
Tugas Kelompok Dasar Pemasaran: Mencari fungsi utama dan nilai sampingan dari sebuah benda
picture taken from https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8RKbAzk60oCHARIlVedCx5X5Q4rKcx3uxIPWiNVcv4W5f_LNXfah5kKbGGzS3HU-0ok86JG2dvEgmY2x0sZ9hc4sBhn6cW8sKkKglCwHZdXG96YMhkxUfwo-smahw34YKWbTT4QqJ8K4V/s400/playstation2.gif
Fungsi Utama Play Station 2 : Untuk bermain video game yang membuat hati senang dan riang.
Pengemasan Play Station 2 : Cukup bagus bisa kita bilang pengemasannya cukup rapi dan aman, karena pengemasannya menggunakan kardus yang didalamnya di beri sterofoam.
Merk Play Station 2 : Kita tidak perlu meragukan lagi merk atau brand dari playstation 2, karena merknya adalah sony yang sudah jelas dalam performanya yang baik di setiap barang produksinya
Kualitas Play Station 2 : menurut analisa kami kualitas playstation 2 sudah cukup bagus dan memuaskan, karena grafiknya sudah cukup bagus untuk sebuah konsol permainan
Tambahan Fasilitas Play Station 2 : Fasilitas yang ada di playstation 2 adalah bisa digunakan sebagai pemutar DVD selain fungsi utamanya sebagai media pemutar game.
Desain Play Station 2 : desainnya sudah bagus, karena terlihat gagah untuk tipe play station 2 yang besar dan terlihat elegan untuk tipe play station 2 yang kecil, kegagahan dan keeleganan ditambah oleh warna hitamnya yang eksotis
Instalasi Play Station 2 : untuk instalasinya kita memasangnya sendiri karena untuk memasangnya tidak membutuhkan tenaga ahli, cukup orang yang bisa membaca petunjuknya, mengerti tentang colokan kabel, dan tentu saja orang yang memiliki play station 2 tersebut
After sale service Play Station 2 : kita mendapatkan kesempatan untuk melakukan cek atau servis selama 1 tahun setelah pembelian, untuk after sale servis ini berhubungan dengan garansi yang kita dapatkan yaitu servis yang dilakukan tidak dikenakan biaya
Garansi Play Station 2 : jika kita membeli play station 2 yang original maka akan mendapatkan garansi yaitu 1 tahun servis gratis dan apabila ternyata play station 2 yg kita beli rusak total maka dapat diganti dengan yang baru dengan catatan kerusakan tersebut tidak dengan faktor disengaja
Kredit dan pengiriman Play Station 2 : untuk kredit bila kita membeli play station 2 masih saat baru keluar maka bisa membelinya dengan cara kredit, sedangkan sekarang sudah sulit ditemui orang yang menjual play station 2 dengan kredit dan untuk pengirimannya pihak penjual biasanya akan menolak pengiriman, karena play station 2 adalah barang yang tidak sulit untuk dibawa terlebih lagi untuk para pemilik kendaraan pribadi
Tugas kelompok:
1. Rully Andre
2. Rizky .M
3. Yudha Aulia
1. Rully Andre
2. Rizky .M
3. Yudha Aulia
Minggu, 31 Oktober 2010
Studentsite di UG
adalah aplikasi yang sangat unik, dimana seluruh Mahasiswa/i untuk mencari informasi-informasi dengan cara sistem online. Selain mencari informasi untuk nilai di SS ( studentsite ) juga kita bisa bertukar fikiran dengan dosen atau mahasiswa/i yang lainnya dengan cara kita memasukan posting-an pada kita pada SS.
ada beberapa layanan dalam SS tersebut seperti :
- HOME : halaman awal dalam studntsite
- WWW News : kumpulan berita
- BAAK News : info-info baru yang mencangkup UG
- Lecture Messages : berfungsi sebagai informasi tugas-tugas yang diberikan oleh dosen softskill untuk mahasiswa
- Rangkuman Nilai : kumpulan nilai Mahasiswa/i dalam perkuliahan
- Jadwal Kuliah : informasi jadwal anda dalam perkuliahan
- Jadwal Ujian : informasi tentang jadwal ujian anda
- Surat Keterangan : untuk membuat surat keterangan dalam perkuliahan
- Informasi Absensi : informasi absen yang sekarang berfungsi pada Mahasiswa/i 2007 saja
- Pendaftaran Lomba Blog : berfungsi mendaftarkan diri untuk mengikuti perlombaaan
- Info Seminar : berfungsi untuk memberitahukan adanya seminar di UG
- Tugas : untuk memasukan tugas softskill
- Warta Warga : berisikan obrolan-obloran Mahasiswa/i UG
- Blog Komunitas : menjalin hubungan ke blog komunitas
*Kelebihan dari aplikasi ini adalah mudahnya kita mencari informasi baru dari UG.
*Kekurangan dari palikasi ini adalah masih sering terjadi eror ketika dibuka oleh si pengguna, dan lambatnya pengerjaan untuk mengatasi masalah dalam hal "LUPA PASSWORD"
http://studentsite.gunadarma.ac.id/home/index.php
Minggu, 10 Oktober 2010
Kepemilikan Perusahaan
(kesimpulan) Konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham dapat diminimumkan dengan suatu mekanisme pengawasan yang dapat mensejajarkan kepentingan-kepentingan yang terkait tersebut. Namun dengan munculnya mekanisme pengawasan tersebut akan menimbulkan biaya yang disebut sebagai agency cost. Perusahaan yang memisahkan fungsi pengelolaan dengan fungsi kepemilikan akan rentan terhadap konflik keagenan. Penyebab konflik antara manajer dengan pemegang saham diantaranya adalah pembuatan keputusan yang berkaitan dengan 1) Aktivitas pencarian dana (financing decision) dan 2) Pembuatan keputusan yang berkaitan dengan bagaimana dana yang diperoleh tersebut diinvestasikan.
Ada beberapa alternatif untuk mengurangi agency cost diantaranya adalah, pertama dengan meningkatkan kepemilikan saham perusahaan (insider ownership) atau kepemilikan manajerial oleh manajemen dan selain itu manajer merasakan langsung manfaat dari keputusan yang diambil dan juga apabila ada kerugian yang timbul sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan yang salah. Penambahan kepemilikan manajerial memiliki keuntungan untuk mensejajarkan kepentingan manajemen dengan pemegang saham. Kedua, dengan cara mengaktifkan monitoring melalui investor-investor institusional. Adanya kepemilikan oleh institutional investor seperti perusahaan asuransi, bank, perusahaan investasi, dan kepemilikan institusi lain akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal terhadap kinerja manajemen, karena kepemilikan saham mewakili suatu sumber kekuasaan yang dapat digunakan untuk mendukung atau sebaliknya terhadap keberadaan manajemen.
Struktur kepemilikan dapat dijelaskan dari dua sudut pandang, yaitu pendekatan keagenan dan pendekatan informasi asimetri. Menurut pendekatan keagenan, struktur kepemilikan merupakan suatu mekanisme untuk mengurangi konflik kepentingan antara manajer dengan pemegang saham. Pendekatan ketidakseimbangan informasi memandang mekanisme struktur kepemilikan sebagai suatu cara untuk mengurangi ketidakseimbangan informasi antara insiders dan outsiders melalui pengungkapan informasi di dalam pasar modal.
Struktur Kepemilikan
Para peneliti berpendapat bahwa struktur kepemilikan perusahaan memiliki pengaruh terhadap perusahaan. Tujuan perusahaan sangat ditentukan oleh struktur kepemilikan, motivasi pemilik dan kreditur corporate governance dalam proses insentif yang membentuk motivasi manajer. Pemilik akan berusaha membuat berbagai strategi untuk mencapai tujuan perusahaan, setelah strategi ditentukan maka langkah selanjutnya akan mengimplementasi strategi dan mengalokasikan sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Kesemua tahapan tersebut tidak terlepas dari peran pemilik dapat dikatakan bahwa peran pemilik sangat penting dalam menentukan keberlangsungan perusahaan. Dalam hal ini struktur kepemilikan dibedakan menjadi dua yaitu kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional.
Kepemilikan Manajerial
Para pemegang saham yang mempunyai kedudukan di manajemen perusahaan baik sebagai kreditur maupun sebagai dewan komisaris disebut sebagai kepemilikan manajerial (managerial ownership). Adanya kepemilikan saham oleh pihak manajemen akan menimbulkan suatu pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh manajemen perusahaan. Kepemilikan manajerial juga dapat diartikan sebagai persentase saham yang dimiliki oleh manajer dan direktur perusahaan pada akhir tahun untuk masing-masing periode pengamatan.
Masalah teknis tidak akan timbul jika kepemilikan dan pengelolaan perusahaan tidak dijalankan secara terpisah. Pemilik (pemegang saham) bertujuan untuk memaksimumkan kekayaannya dengan melihat nilai sekarang dari arus kas yang dihasilkan oleh investasi perusahaan sedangkan manajer bertujuan pada peningkatan pertumbuhan dan ukuran perusahaan. Tujuan manajer ini dilandasi oleh dua alasan, yaitu : 1). Pertumbuhan yang meningkat akan memberikan peluang bagi manajer bawah dan menengah untuk dipromosikan. Selain itu, manajer dapat membuktikan diri sebagai karyawan yang produktif sehingga dapat diperoleh penghargaan lebih dari wewenang untuk menentukan pengeluaran (biaya-biaya), 2). Ukuran perusahaan yang semakin besar memberikan keamanan pekerjaan atau mengurangi kemungkinan lay-off dan kompensasi yang semakin besar. Semakin besar proporsi kepemilikan manajemen pada perusahaan, maka manajemen cenderung berusaha lebih giat untuk kepentingan pemegang saham yang tidak lain adalah dirinya sendiri. Kepemilikan saham manajerial akan membantu penyatuan kepentingan antar manajer dengan pemegang saham. Kepemilikan manajerial akan mensejajarkan kepentingan manajemen dengan pemegang saham, sehingga manajer ikut merasakan secara langsung manfaat dari keputusan yang diambil dan ikut pula menanggung kerugian sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan yang salah. Argumen tersebut mengindikasikan mengenai pentingnya kepemilikan manajerial dalam struktur kepemilikan perusahaan.
Namun, tingkat kepemilikan manajerial yang terlalu tinggi juga dapat berdampak buruk terhadap perusahaan. Dengan kepemilikan manajerial yang tinggi, manajer mempunyai hak voting yang tinggi sehingga manajer mempunyai posisi yang kuat untuk mengendalikan perusahaan, hal ini dapat menimbulkan masalah pertahanan, dalam artian, adanya kesulitan bagi para pemegang saham eksternal untuk mengendalikan tindakan manajer.
Agency problem bisa dikurangi bila manajer memepunyai kepemilikan saham dalam perusahaan, semakin meningkat proporsi kepemilikan saham manajerial maka akan baik kinerja perusahaan. Kepemilikan saham yang besar dari segi ekonomisnya memiliki insentif untuk memonitor. Secara teoritis ketika kepemilikan manajerial rendah, maka insentif terhadap kemungkinan terjadinya oportunistik manajemen akan meningkat. Kepemilikan manajerial terhadap saham perusahaan dipandang dapat menyelaraskan potensi perbedaan kepentingan antara pemegang saham luar dengan manajemen. Sehingga permasalahan keagenan diasumsikan akan hilang apabila seorang manajer adalah juga sekaligus sebagai seorang pemilik.
Kepemilikan manajerial berhasil menjadi mekanisme corporate governance yang dapat mengurangi konflik kepentingan antara manajer dan berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Semakin besar kepemilikan saham manajerial dapat mencegah tindakan opportunistic manajer. Hubungan antara kepemilikan manajerial dengan discretionary accruals. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif antara kepemilikan manajerial dengan discretionary accruals.
Penelitian yang menguji hubungan kepemilikan manajerial dengan discretionary accrual dan kandungan informasi laba menemukan bukti bahwa kepemilikan manajerial berhubungan secara negatif dengan discretionary accrual. Hasil penelitian tersebut juga manyatakan bahwa kualitas laba meningkat karena kepemilikan manajerial tinggi.
Kepemilikan Institusioanal
Kepemilikan suatu perusahaan dapat terdiri atas kepemilikan institusional maupun kepemilikan individual. Atau campuran keduanya dengan proporsi tertentu. Investor institusional memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan investor individual, diantaranya yaitu:
1. Investor institusional memiliki sumber daya yang lebih daripada investor individual untuk mendapatkan informasi.
2. Investor institusional memiliki profesionalisme dalam menganalisa informasi, sehingga dapat menguji tingkat keandalan informasi.
3. Investor institusional, secara umum, memiliki realsi bisnis yang lebih kuat dengan manajemen.
4. Investor institusional memiliki motivasi yang kuat untuk melakukan pengawasan lebih ketat atas aktivitas yang terjadi di dalam perusahaan.
5. investor institusional lebih aktif dalam melakukan jual beli saham sehingga dapat meningkatkan jumlah informasi secara cepat yang tercermin di tingkat harga.
Adanya pemegang saham seperti institusional ownership memiliki arti penting dalam memonitor manajemen. Adanya kepemilikan oleh institusional seperti perusahaan asuransi, bank, perusahaan-perusahaan investasi dan kepemilikan oleh institusi-institusi lain akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal. Mekanisme monitoring tersebut akan menjamin peningkatan kemakmuran pemegang saham. Signifikasi institusional ownership sebagai agen pengawas ditekankan melalui investasi mereka yang cukup besar dalam pasar modal. Apabila institusional merasa tidak puas atas kinerja manajerial, maka mereka akan menjual sahamnya ke pasar.
Perubahan perilaku institusional ownership dari pasif menjadi aktif dapat meningkatkan akuntabilitas manajerial sehingga manajer akan bertindak lebih hati-hati dalam pengambilan keputusan. Meningkatnya aktivitas institusional ownership dalam melakukan monitoring disebabkan oleh kenyataan bahwa adanya kepemilikan saham yang signifikan oleh institusional ownership telah meningkatkan kemampuan mereka untuk bertindak secara kolektif. Dalam waktu yang sama, biaya untuk keluar dari investasi yang mereka lakukan menjadi semakin mahal karena adanya resiko saham akan terjual pada harga diskon. Kondisi ini akan memotivasi institusional ownership untuk lebih serius dalam mengawasi maupun mengoreksi semua perilaku manajer dan memperpanjang jangka waktu investasi.
Mekanisme pengawasan dapat dilakukan dengan menempatkan dewan ahli yang tidak dibiayai perusahaan sehingga posisinya tidak berada dibawah pengawasan manajer. Dengan demikian, dewan ahli dapat menjalankan fungsinya secara efektif untuk mengontrol semua tindakan manajer.
Pengawasan lain yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberikan masukan-masukan sebagai bahan pertimbangan bagi manajer dalam menjalankan usaha dan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Semakin besar prosentase saham yang dimiliki oleh institusional ownership akan menyebabkan pengawasan yang dilakukan menjadi lebih efektif karena dapat mengendalikan perilaku oportunistik manajer dan mengurangi agency cost.
Dengan adanya beberapa kelebihan yang dimiliki, investor institusional diduga lebih mampu untuk mencegah terjadinya manajemen laba, dibanding dengan investor individual. Investor institusional dianggap lebih professional dalam mengendalikan portofolio investasinya, sehingga lebih kecil kemungkinan mendapatkan informasi keuangan yang terdistorsi, karena mereka memiliki tingkat pengawasan yang tinggi untuk menghindari terjadinya tindakan manajemen laba. Secara singkat dapat dikatakan institusional dengan manajemen laba mempunyai hubungan negatif dimana semakin besar persentase saham yang dimiliki oleh korporasi maka semakin kecil kemungkinan terjadi manajemen laba.
Kajian Penelitian
Apakah karakteristik komite audit dan dewan komisaris berhubungan dengan manajemen laba? Penelitian pada 692 perusahaan besar di Amerika Serikat yang diperdagangkan secara publik dan terdaftar dalam SP500 31 maret 1992 dan 1993 dengan mengadakan pertemuan tahunan shareholder antara 1 juli 1991 dan 30 juni 1993, memberikan suatu kesimpulan bahwa perilaku earnings manipulation yang dilakukan oleh manajemen perusahaan sangat tergantung dengan karakteristik dewan direksi dan jumlah komite audit yang dimiliki oleh perusahaan.
Pegaruh proporsi dewan komisaris dan keberadaan komite audit terhadap manajemen laba. Dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa (a) Proporsi dewan komisaris dan keberadaan komite audit berpengaruh dengan arah negatif secara signifikan dengan aktivitas manajemen laba, ini menunjukkan bahwa proporsi dewan komisaris dan keberadaan komite audit mampu megurangi aktivitas manajemen; (b) Pengaruh dari kepemilikan manajerial dan institusional terhadap aktivitas manajemen laba secara statistis dapat didukung namun dengan arah positif bukan negatif; (c) Variabel auditor terbukti secara signifikan dapat mengurangi aktivitas manajemen laba, dan (d) variabel laverage mempunyai pengaruh dengan arah positif dan signifikan dengan aktivitas manajemen laba.
Prediksi adanya interaksi antara pangsa pasar, kepemilikan institusional dan laverage dengan manajemen laba. Penelitian tersebut megobservasi 81 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2000. Hasil penelitian tersebut secara empiris menunjukkan pangsa pasar saja yang berpengaruh terhadap manajemen laba.
Menguji pengaruh dari mekanisme corporate governance seperti yang disyaratkan oleh Bapepem dalam Bursa Efek Jakarta. Sampel yang digunakan adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta di tahun 2002-2004 sebesar 44 perusahaan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa komite audit dan kepemilikan institusional dapat berperan sebagai mekanisme good corporate governance dalam membatasi manajemen laba. Sedangkan untuk kepemilikan manajerial dan komisaris independen tidak mampu menjadi mekanisme good corporate governance. Hasil lainnya menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi yang lebih sedikit dapat menciptakan mekanisme good corporate governance yang lebih baik.
Penelitian pengaruh mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba pada perusahaan CEO. Hasil penelitiannya menunjukkan (1) Kepemilikan manajerial mampu menjadi mekanisme corporate governance pada perusahaan Seasoned Equity Offering (SEO), karena hubungan antara kepemilikan manajer dengan manajemen laba berhasil diterima yaitu bahwa manajemen laba yang dilakukan pada periode sebelum Seasoned Equity Offering (SEO) mempunyai hubungan negatif dengan kepemilikan manajerial. Semakin tinggi saham yang dimiliki oleh manajemen semakin rendah tingkat manajemen laba yang mungkin dilakukan; (2) Earnings management mempunyai hubungan negatif dengan kepemilikan institusional, bahwa kepemilikan saham oleh intitusi dapat menjadi kendala bagi perilaku opportunistic manajer yang memanfaatkan earnings management untuk kepentingan pribadinya.
Pengaruh manajemen laba terhadap return saham perusahaan dengan kualitas audit sebagai variabel pemoderasi. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel aliran kas operasi, akrual diskresioner, akrual non diskresioner dan interaksi antar variabel akrual diskresioner dengan KAP non Big- 5 secara statistik berpengaruh terhadap return saham perusahaan. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Kusuma dan Sandra (2004) menemukan bahwa audit laporan keuangan tidak untuk mendeteksi terjadinya manajemen laba, tetapi audit dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan.
Ardiati, Aloysia Yanti, 2005. Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Return Saham Pada Perusahaan yang diaudit oleh KAP Big 5 dan KAP non Big 5, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. 8 No. 3, September 2005.
Ariyoto, Kresnohadi, dkk, 2000, “Good Corporate Governance dan Konsep Penegakannya di BUMN dan Lingkungan Usahanya,” Usahawan, Oktober, No. 10 Tahun XXIX.
Boediono, 2005, “Kualitas Laba Studi Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan Dampak Manajemen Laba dengan Menggunakan Analisis Jalur,” Proceeding Simposium Nasional Akuntansi VIII, September 2005, Solo.
Choutrou S. Marrakchi, Jean Bedard, and Lucie Courteau, 2001, “Corporate Governance and Earnings Management,” National Bereau of Economic Research, Working Paper.
Daniati, Ninna, Suhairi, 2006, Pengaruh Kandungan Informasi Komponen Laporan Arus Kas, Laba Kotor, dan Size Perusahaan Terhadap Expected Return Saham. Proceeding Simposium Nasional Akuntansi IX, 2006, Padang.
Darmawati, Deni, 2003, Corporate Governance dan Manajemen Laba : Suatu Studi Empiris, Jurnal Bisnis dan Akuntansi vol. 5 No. 1, April 2003.
Faisal, 2004, Analisis Agency Costs, Struktur Kepemilikan dan Mekanisme Corporate Governance, Proceeding Simposium Nasional Akuntansi VII, Desember 2004, Denpasar.
Fidyati, Nisa, 2004, Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Earnings Management pada Perusahaan Seasoned Equity Offering (SEO). Kompetensi, Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntasi Vol. 2 No. 2. Juni 2004.
Gumanti, Tatang Ary, 2000, “Earnings Management : Suatu Telaah Pustaka,” Jurnal Akuntansi dan Keuangan, November, Vol. 2 No. 2.
Healy, P. M. dan J. M. Wahlen, 1998, “A Review of The Earnings Management Literature and Its Implication for Standard Setting,” Working Paper.
Jensen, M. C. and W. H. Meckling, 1976, “The Theory of The Firm : Manajerial Behaviour, Agency Cost, and Ownership Structure,” Journal of Financial and Economics, 3 : 305-360.
Klien, A, 2002, “Audit Committee, Board of Director Characteristic and Earnings Management,” Journal Accounting and Economics, 33 : 375-400.
Mahmudi, 2001, Manajemen Laba (Earnings Management) : Sebuah Tinjauan Etika Akuntansi, Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 3, No. 2, Agustus 2001.
Mangku, I Ketut, 2002, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Price Earnings Ratio Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta,” Janavisi Vol. 5 No. 2.
Mardhiana, Lina, 2006, Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Market Value Terhadap Return Saham. Skripsi-UNDIP (tidak dipublikasikan).
Meutia, Inten, 2004, Pengaruh Independensi Auditor Terhadap Manajemen Laba Untuk KAP Big 5 dan Non Big 5. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. 7, No. 3. September 2004
Nuswantara, Dian Anita, 2004, The Effect of Market Share and Leverage Interaction Toward Earnings Management Practices. Proceeding Simposium Nasional Akuntansi, Desember 2004, Denpasar.
Putri, Imanda, Firmantyas, 2006, “Analisis Persamaan Simultan Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Resiko, Kebijakan Hutang dan Kebijakan Deviden dalam Perspektif Teori Keagenan,” Proceeding Simposium Nasional Akuntansi IX, Agustus 2006, Padang.
Siallagon, Hamonangan dan Machfoedz, Mas’ud, 2006, Mekanisme Corporate Governance, Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan. Proceeding Simposium Nasional Akuntansi, Agustus 2006. Padang.
Saiful, 2004, Hubungan Manajemen Laba (Earnings Management) dengan Kinerja Operasi dan Kinerja Return Saham di Sekitar IPO, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. 7, NO. 3, 2004.
Salno, Hanna Meilani dan Zaki Baridwan, 2000, “Analisis Peralatan Penghasilan (Income Smoothing) : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dan Kaitannya dengan Kinerja Saham Perusahaan Publik di Indonesia,” Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Januari, Vol. 3 No. 1.
Sandra, Dessy dan Indra Wijaya Kusuma, 2004, Reaksi Pasar Terhadap Perataan Laba dan Kualitas Auditor dan Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Pemoderasi, Proceeding Simposium Nasional Akuntansi VII, Desember 2004, Denpasar.
Scott, R. William, 2000, Financial Accounting Theory, 2nd Edition, Prentice Hall Canada Inc, Ontario.
Siregar dan Utama, 2005, “Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, dan Praktek Corporate Governance terhadap Pengelolaan Laba (Earnings Management),” Proceeding Simposium Nasional Akuntansi VIII, September 2005, Solo.
Surifah, 2001, Study Tentang Indikasi Unsur Manajemen Laba Pada Laporan Keuangan Perusahaan Publik di Indonesia. JAAI Vol. 5 No. 1, Juni 2001.
Surya, Indra dan Ivan Yustiavandana, 2006, Penerapan Good Corporate Governance, LKPMK Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Swandari, Fifi, 2004, “Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Tingkat Risiko Bank Umum di Indonesia Sebelum Krisis Keuangan,” Kompetensi Vol. 2 No.2.
Syakhroza, Akhmad, 2003, Teori Corporate Governance, Usahawan No. 08 Th. XXXII Agustus 2003.
Tri Gunarsih, 2003, Struktur Kepemilikan Sebagai Salah Satu Mekanisme Corporate Governance, KOMPAK, No. 08 Mei – Agustus 2003.
Wedari, Linda Kusumaning, 2004, Analisis Pengaruh Proporsi Dewan Komisaris dan Keberadaan Komite Audit terhadap Aktivitas Manajemen Laba. Proceeding Simposium Nasional Akuntansi VII, Desember 2004, Denpasar.
Widyaningdyah, Agnes Utari, 2001, Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Earnings Manajement Pada Perusahaan Go Publik di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 3 No. 2, November 2001.
Say kutipan ini saya amabil dari web yang berada di bawah ini
http://www.kesimpulan.com/2009/04/struktur-kepemilikan-perusahaan.html
Langganan:
Postingan (Atom)















